sewa mobil avanza surabaya murah

Wisata Gedung Cagar Budaya Surabaya Wajah Kultural Edukasi

Please follow and like us:

Belum semuanya Wisata Gedung Cagar Budaya Surabaya diantaranya lebih dari 150. Gedung cagar budaya di Kota Pahlawan terkelolah menjadi obyek wisata. Sebagai symbol nilai sejarah, sejumblah monument yang di Cagar budayakan seperti Hotel Majapahit. Dan Pelabuhan tradisional Kalimas telah tertanam dalam batin umum banyak warga Surabaya dan banyak warga Indonesia.

Toh sebagai obyek wisata, sampai proklamasi kemerdekaan RI berusia 66 tahun, itu belum sepenuhnya terbentuk. Belum banyak wisatawan local, wisman atau bahkan anak-anak sekolah di Surabaya, yang berbondong-bondong untuk secara khusus melihat-lihat berbagai gedung cagar budaya.

Berikut berbagai Wisata Gedung Cagar Budaya Surabaya Wajah Kultural Edukasi di Kota Pahlawan:

Hotel Majapahit (D.H. Hotel Oranje)

Merupakan salah satu hotel paling sepuh (tua) di Indonesia. Keberadaan hotel itu di metropolis Surabaya tak bisa dipisahkan dari sejarah kepahlawanan arek-arek Suroboyo dalam revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan RI pada 10 November 1945 yang kemudian di peringati sebagai Hari Pahlawan.

Hotel Majapahit
Hotel Majapahit

Hotel tersebut menjadi tempat penyobekan warna biru – bendera Belanda yang tersisa ialah bendera dwiwarna, merah – putih dikibarkan menjulang diatas Hotel Oranje sebagai sang saka Merah Putih.

Majapahit didirikan seorang pedagang bernama Lucas Martin Sarkies dari Armenia. Desain dikerjakan arsitek berkebangsaan Inggris bernama James Alfred, dalam corak arsitektur art nouveau. Dibangun pada 1910, dibuka untuk umum pada 1911 dengan nama Hotel Oranje.

Pada masa penduduk Jepang, hotel itu berganti  nama menjadi Hotel Yamato Hoteru, tetapi difungsikan sebagai penjara. Sejak 1950 sampai sekarang bernama Hotel Majapahit. Nama itu terinspirasi kebesaran Kerajaan Majapahit pada masa jayanya.

Gedung Grahadi :

Gedung Grahadi di bangun pada 1795. Meneer yang membangun bernama Dirk Van Hogendorp. Dulu ketika dibangun, Grahadi menghadap Kalimas yang sekarang dibelakanginya. Sama seperti di Negara-negara Eropa. Banyak bangunan megah yang dijadikan ikon yang menghadap kesungai besar yang membelah tengah kota seperti kalmias. Falsafatnya sederhana. Kalau bangunan menghadap kesungai besar, keindahan dan kebersihan sisungai akan terperihara karena menjadi halaman muka.

Gedung Grahadi
Gedung Grahadi

Pada masa colonial. Grahadi dijadikan tempat sidang pengadilan tinggi (Road Van Justietie). Juga dipakai untuk resepsi pernihakan dan lain-lain pesta kalangan jetset colonial. Pada 1802, Grahadi yang semula menghadap ke utara ke Kalimas diubah menghadap ke selatan sampai sekarang. Gubenur terakhir Belanda sebelum kemerdekaan RI yang tinggal di Grahadi ialah C.H. Hartevelt (1941 – 1942). Kini Wisata Gedung Cagar Budaya Surabaya Gedung Grahadi menjadi kantor lain gubenur Jawa Timur selain di Jalan Pahlawan, khususnya untuk acara-acara seremonial.

Balai Pemuda (De Simpang Sche Societeit)

Gedung tua ini pada masa colonial Belanda menjadi tempat berkumpulnya orang-orang kulit putih kelas jetset. Tak heran jika De Simpang Sche Societeit di Jalan Gubenur Suryo No 15 tersebut pada masa penjajahan menjadi jujukan klub klub sosialita untuk berdansa. Tempat dugem yang eksekutif kalangan pribumi dilarang masuk ke gedung tersebut. Larangan itu tertulis dalam prasasti di depan pintu masuk Balai Pemuda sebelah barat.

Balai Pemuda
Balai Pemuda

Waktu silih berganti. Setelah menjadi tempat dansa-dansi para meneer Belanda pada masa revolusi fisik November 1945, Balai Pemuda menjadi markas besar PRI (Pemuda Republik Indonesia) pusat. Kini Balai Pemuda yang salah satu bagian hall-nya pernah digunakan sebagai Gedung Bioskop Mitra yang amat terkenal di Surabaya pada periode 1970 sampai 1980an tersebut sering digunakan untuk kegiatan seni dan budaya Dewan Kesenian Surabaya (DKS) menjalankan aktifitasnya di Balai Pemuda.

Pusat pembinaan seniman seniwati muda yang bergabung dalam Bengkel Muda Surabaya (BMS) juga menjalankan aktivitasnya di Balai Pemuda.

Jembatan Merah :

Jembatan Merah adalah salah satu ikon sejarah kepahlawanan arek-arek Suroboyo. Keberadaan Jembatan Merah tidak terpisahkan dari keberadaan Tugu Pahlawan dan Hotel Majapahit. Jembatan Merah dibangun diatas kalimas yang membelah kota Surabaya untuk mengenang pertarungan sengit Sura dan Buaya. Jembatan itu disebut Jembatan Merah karena konon air kalmias memerah karena tumpahan darah Sura dan Buaya. Kini kia tahu, pertarungan Sura dan Buaya menjadi lambing kota Surabaya.

Jembatan Merah
Jembatan Merah

Jembatan Merah juga merupakan saksi pertempuran heroic gagah berani arek-arek Suroboyo untuk mempertahankan kemerdekaan RI pada 10 November 1945. Kawasan Wisata Gedung Cagar Budaya Surabaya Jembatan Merah juga merupakan kawasan plural. Pada masa lalu, bagian barat jembatan merupakan hunian orang-orang Eropa. Di timur jembatan adalah lokasi pemukiman etnis Tionghoa, Arab, dan Melayu. Kini kawasan itu menjadi salah satu pusat perdagangan paling ramai di Surabaya. Itu terjadi setelah di utara Jembatan Merah ada pusat perbelanjaan Jembatan Merah Plaza (JMP).

Tunjungan Siola :

Jalan Tunjungan merupakan ikon lain Kota Surabaya. Sejarahnya pun tergolong lama dan tua di kota ini. Semula pemerintah colonial Belanda membangun Jalan Tunjungan konon hanya sebagai by-pass (jalan pintas) untuk menghubungkan kawasan utara Surabaya sebagai daerah perkantoran dan perdagangan yang berpusat di Kembang Jepun dengan kawasan selatan Surabaya sebagai daerah perumahan. Saat ini, di Surabaya belum banyak jalan raya yang menghubungkan kawasan utara dengan kawasan selatan.

Tunjungan Siola
Tunjungan Siola

Dalam perkembangannya setelah Jalan Tunjungan menjadi Jalan Raya, kawasan ini berkembang menjadi the new central place bisnis dan perkantoran. Dalam perkembangan lebih lanjut sampai masa kemerdekaan. Jalan Tunjungan menjadi ikon kota yang turut membentuk karakter Surabaya. Dinamikan Jalan Tunjungan sulit dipisahkan dari keberadaan toko tua yang pada masanya merupakan bangunan kokoh dengan arsitektur khas Eropa. Ia adalah Toko Siola. Wisata Gedung Cagar Budaya Surabaya Tunjungan Siola Dulu bernama White Laidlaw.

Kini bangunan Toko Siola masih eksis kukuh. Ia tegak berdiri di kawasan Tunjungan bagian utara dipojok perempatan Jalan Gemblongan-Jalan Praban. Jalan Genteng Kali-Jalan Tunjungan.

Staadhuis Te Soerabaia (Balai Kota Surabaya)

Balai Kota adalah kantor wali kota Surabaya. Wisata Gedung Cagar Budaya Surabaya Balai Kota terletak di Jalan Taman Surya No 1, Surabaya. Ia adalah salah satu peninggalan bersejarah. Juga salah satu monumen bersejarah di Surabaya. Sebagian besar warga Surabaya sangat paham terhadap Balai Kota dengan Taman Surya nya. Sebab selain tempat Wali Kota dan Wakil Wali Kota berkantor, Taman Surya merupakan salah satu tempat rekreasi keluarga warga kota, terutama saat malam, dan menjadi amat ramai pada malam menjelang hari libur esoknya.

Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

Sebagai bangunan milik pemerintah, gedung ini tergolong gedung “senior” meskipun belum tergolong tua renta. Saat ini Wisata Gedung Cagar Budaya Surabaya Staadhuis Te Soerabaia (Balai Kota Surabaya) sudah 95 tahun. Mulai dibangun pada 1925 dan selesai 2 tahun kemudian (1927).

Balai Kota adalah gedung dua lantai. Ia dirancang arsitek G.C. Citroen dengan pelaksana H.V. Hollandsche Beton Mij. Balai Kota dibangun pada masa Wali Kota ke dua Surabaya pada masa colonial, yakni Wali Kota G.J. Dijkerman. Pembangunan Balai Kota (saat itu) menghabiskan dana hingga 1.000 gulden. Sejak dibangun hingga sekarang, gedung tua ini masih asli. Kalaupun terdapat perubahan, itu hanya bagian atap dari sirap. Gedung utama Balai Kota berukuran panjang 102 meter dengan lebar 19 meter. Mulai ditempati sebagai kantor wali kota pada 1927.

Sumber Refferensi :

https://pesonawisatasurabaya.wordpress.com/tag/daftar-bangunan-cagar-budaya-surabaya/

https://pesonacagarbudayasurabaya.wordpress.com/category/daftar-cagar-budaya-surabaya/

CAGAR BUDAYA YANG ADA DI KOTA SURABAYA

Itulah berbagai informasi terkait Wisata Gedung Cagar Budaya Surabaya Wajah Kultural Edukasi, semoga bisa bermangfaat dan bisa menjadi refferensi wisata edukasi sejarah. Simak berbagai ulasan tempat wisata yang menarik lainnya di Kota Surabaya di halaman Sewa Mobil Surabaya atau bisa kunjungi kami di sewamobilyuliatrans.com

Please follow and like us:

Related posts

× WA kami...